Thursday, January 31, 2013

Misteri Kumpulan Air Tertua, Terjauh dan Terbesar di Jagat Raya


Misteri Kumpulan Air Tertua, Terjauh dan Terbesar di Jagat Raya

NEW YORK – Sejumlah astronom telah menemukan jejak massa air tertua, terbesar dan terjauh yang pernah terdeteksi di jagat raya ini.
“Awan raksasa yang berumur 12 miliar tahun ini setara dengan 140 triliun kali lebih banyak dari seluruh massa air yang bisa dikumpulkan di Bumi.”
Uap atau awan raksasa ini diketahui mengelilingi lubang hitam besar (supermasif black hole) bernama Quasar yang letaknya 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Penemuan itu lalu menunjukkan, keberadaan air disana itu telah ada hampir semenjak jagat raya ini terbentuk.
Karena cahaya tersisa yang kita lihat di Quasar ini sebetulnya tercipta 12 miliar tahun yang lalu, kami melihat kandungan air itu tercipta sekitar 1,6 miliar setelah jagat raya terbentuk,” ujar Alberto Bolatto, astronom dari Universitas Ma ryland yang melakukan riset itu seperti dikuti Space.com, Kamis (22/7/2011)

Biggest water in the universe found in Quasar (illustration)
Penemuan ini mendorong munculnya fakta baru adanya air tertua yang terdeteksi di jagat raya. Jarak waktu dari kandungan air ini terbentuk dengan peristiwa Big Bang atau kemunculan jagat raya hanya 1,6 miliar tahun.
“Awan air” yang berada di sekitar lubang hitam Quasar tersebut diperkirakan memiliki temperatur 53 derajat Celcius. Tingkat kerapatannya 300 triliun kali lebih rendah dari atmosfer Bumi.
Pengukuran atas awan air dan molekul lain yang ada di sekitarnya macam karbon monoksida menjadi energi bagi lubang hitam untuk bisa berkembang lebih besar hingga 6 kali lipat dari ukuran saat ini.
Lalu, akan ada banyak pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tentang penemuan ini. Salah satunya adalah: mungkinkah ada makhluk hidup di dalam kumpulan “awan air” tersebut?
Seperti teori yang sangat terkenal di dunia sains, “Jika ada air, sangat besar adanya kehidupan.”
Mungkinkah? Sangat mungkin!

Sumber

Wow!! Planet Mars Basah? Curiosity Temukan Keberadaan Air!


Curiosity on Mars

Wow!! Curiosity Temukan Keberadaan Air di Planet Mars!

Peneliti di Los Alamos National Laboratory dan Badan Antariksa Perancis telah melacak jejak mineral planet Mars yang mengarah pada adanya air di lokasi Curiosity.
ChemCam (Chemical Camera) merupakan kolaborasi antara organisasi penelitian di Amerika Serikat dan Perancis. Terdiri lebih dari empat puluh lima ilmuwan, mahasiswa dan personel lainnya yang saat ini aktif di Amerika Utara dan Eropa, tergabung dalam tim ChemCam.
Ilmuwan, insinyur, dan mahasiswa mengoperasikan kamera ChemCam di Los Alamos National Laboratory. Sistem ChemCam merupakan salah satu dari 10 instrumen yang dipasang pada misi Mars Curiosity.
Kamera ChemCam Curiosity Prediksi Air Planet Mars
Mereka menggambarkan bagaimana instrumen laser yang ada pada Mars Curiosity Rover yang telah mendeteksi aliran (vena) gipsum melalui daerah planet Mars yang dikenal sebagai Yellowknife Bay, terletak sekitar 700 meter dari tempat Curiosity Rover mendarat lima bulan lalu.
Vena ini terdiri dari kalsium sulfat terhidrasi, seperti bassinite atau gipsum. Di Bumi, membentuk vena seperti ini pastinya akan membutuhkan air disekitar retakan.
Gypsum dan beberapa mineral terkait dapat terbentuk ketika air bereaksi dengan batuan dan mineral lainnya. Kehadiran gipsum, bassinite, bersamaan dengan bukti fisik pada pola aliran aluvial yang sebelumnya terlihat selama misi Mars Science Laboratory.
aliran-air-planet-mars
Analisis ini menunjukkan bahwa daerah Yellowknife Bay merupakan tempat ataupun kolam yang dibentuk limpasan atau air bawah permukaan, yang naik ke atas permukaan.
Kemungkinan adanya air di planet Mars terlihat beberapa minggu lalu ketika jejak gipsum spektrometer ChemCam (Chamical Camera) mencatat peningkatan jumlah kalsium dan penurunan yang sesuai dalam komposisi sampel silikon.
Gypsum, batuan sedimen, terbuat dari kalsium sulfat dengan komposisi air terikat. Sementara sebagian besar batuan sampel di planet Mars paling banyak terdiri dari silikon. Perubahan komposisi ini menunjukkan bahwa adanya temuan baru pada geologi planet Mars.
Tembakan laser Instrumen ChemCam menguapkan batu dan kemudian menggunakan spektrometer untuk menganalisis sampel. Laser dapat menembakkan pulse pada beberapa batuan sampel yang terletak di bawah permukaan lapisan debu.
Akan tetapi, kamera instrumen hanya mampu melihat aliran mineral setelah ledakan laser hilang dari permukaan batu.
Kamera ChemCam Curiosity telah mendokumentasikan adanya peningkatan cahaya berwarna pada urat (vena) mineral yang bisa menjadi tanda-tanda bahwa planet Mars pernah menjadi planet basah!!
Referensi: ChemCam follows the ‘Yellowknife Road’ to Martian wet area. DOE/Los Alamos National Laboratory, 15 Januari 2013.

TrES-4 Adalah Planet Terbesar di Jagat Raya




TrES-4 merupakan planet extrasolar, ditemukan pada 2006 oleh Trans-Atlantic Exoplanet Survey menggunakan metode transit. berjarak 1400-tahun cahaya (430 pc) jauh di konstelasi Hercules. ukurannya 0,919 kali lebih besar dari Jupiter tapi 1,799 kali diameternya, ia memberikan rata-rata kepadatan hanya sekitar 0,333 gram per sentimeter kubik. Hal ini membuat Tres-4b manjadi planet terbesar sekaligus dengan kepadatan terendah.

Planet ini terletak sekitar 1400 tahun cahaya dari bumi. Orbitnya ada di sekitar bintang induknya yang hanya berjarak 3,5 hari. Sebuah tim astronom internasional menemukannya menggunakan teleskop-teleskop otomatis berjejaring yang disebut Trans-Atlantic Exoplanet Survey. TrES-4 dideteksi tertinggal dari bintang induknya yang bernama GSC 02620-00648. Teknik transit ini memungkinkan ilmuwan untuk mengkalkulasi ukuran planet.

Bintang induk TrES-4 sendiri juga objek yang tidak biasa sebab memiliki usia nyaris sama dengan matahari kita. Hanya lebih besar dan bahkan berputar lebih cepat.Matahari yang kita kenal selama ini diperkirakan bukan lagi objek terbesar di angkasa seperti yang disangka.

Bintang “O”, Permen Bundar Terbesar di Alam Semesta!


Pernah datang ke toko dimana kamu bisa memilih beberapa permen dan kemudian mencampurkannya dengan permen lainnya? Seperti itulah alam semesta yang memiliki berbagai jenis bintang di dalamnya.
Bintang kelas O yang superpanas. Kredit : ESO/L. Calçada/S.E. de Mink
Warna bintang-bintang menjadi sumber informasi bagi astronom untuk mengetahui berat dan juga temperatur di permukaannya. Untuk bintang yang super panas dan juga paling berat warnanya biru. Sedangkan bintang paling dingin dan paling ringan warnanya merah. (Ini berkebalikan dengan penggunaan warna biru dan merah untuk menunjukkan panas dan dingin dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: warna merah biru pada prakiraan cuaca, keran air ataupun dispenser. Biru untuk dingin dan merah untuk panas).
Untuk memudahkan, bintang-bintang dikelompokkan dalam sebuah kelompok yang diurut dari paling panas ke yang paling dingin : O, B, A, F, G, K dan M.  Matahari kita berada di kelompok bintang tipe G yang ada di tengah-tengah. Dan kalau kamu perhatikan, urutan kelompok bintang ini juga tidak sesuai urutan abjad. Bagaimana cara menghafalnya? Dalam bahasa Inggris, kita gunakan sedikit tipuan untuk menghafalnya secara berurutan: Hafalkan saja kalimat ini: “Oh Be A Fine Girl/Guy, Kiss Me”. (mudah bukan? Sekarang bisakah kamu menciptakan satu kalimat sederhana untuk mengingat urutan kelompok bintang ini dalam bahasamu? Lihat juga aktivitas yang ada di akhir cerita)
Baru-baru ini, tim astronom internasional melakukan pengamatan terhadap 71 bintang tipe-O – toko permen “bundar” terbesar di alam semesta. Kalau dilihat dari urutan di kelompok bintang, maka bisa kamu lihat kalau bintang O itu bintang yang paling panas. Dan para astronom selalu berpikir kalau bintang tipe O ini berada jauh sekali dari tetangga terdekatnya. Ternyata, dalam penelitian terbaru 3 dari 4 bintang tipe O berada sangat dekat dengan bintang lain. Kenyataannya, 1 dari 3 bintang letaknya sangat dekat sehingga bintang itu kemudian bersatu dengan bintang tetangganya menjadi satu bintang tunggal!
Yuk berkreasi : Usulkan kalimat sederhana dalam bahasamu untuk membantu mempelajari kelompok bintang-bintang dari yang paling panas ke yang paling dingin (O, B, A, F, G, K dan M). Kirimkan idemu keinfo@unawe.org, disertai nama ( atau nama sekolah) usia, dan negara.

Wednesday, January 30, 2013

10 Bintang Terbesar di Jagad Raya


Studi mengenai alam semesta yang luas dan penuh teka-teki, ditambah dengan fenomena yang terjadi di dalamnya, dan unsur-unsur surgawi yang tidak dapat diukur di dalamnya, membuat seseorang merasa sangat mungil, dan tidak signifikan.
Kita hanyalah sebuah bintik jika dibandingkan dengan planet kita yang hanya berupa suatu fraksi dari ukuran matahari. Tetapi ada juga bintang-bintang di luar sana yang bahkan membuat matahari terlihat seperti sebuah flek yang tidak penting.
Kita telah menyusun suatu daftar berupa beberapa bintang terbesar yang telah diketahui di alam semesta ini. Ukuran dari setiap bintang dijabarkan dalam jari-jari solar, dimana satu radius solar sama dengan jari-jari matahari.
VY Canis Majoris
Bagian dari konstelasi Canis Major, bintang hiper raksasa ini (satu dengan massa yang besar dan luminositas) adalah bintang terbesar yang telah diketahui, dengan satu radius antara 1,800-2,100 jari-jari solar (kurang lebih 2.7 milyar kilometer), yang berarti setara dengan 900-1,050 matahari dalam satu garis lurus dari pusat ke kelilingnya! Bintang ini diperkirakan 4,900 tahun cahaya dari Bumi.
VV Cephei A
Bintang primer raksasa yang berwarna merah ini termasuk dalam sistem perbintangan gerhana biner VV Cephei (sepasang bintang yang memiliki orbit mengelilingi sekitar pusat massa mereka, dimana bidang orbit bertepatan dengan garis pandang pengamat). Bintang ini berlokasi di konstelasi Cepheus yang jaraknya 2,400 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki radius 1,600-1,900 jari-jari solar.
V838 Monocerotis
Berlokasi di konstelasi Monoceros, yang jauhnya 20,000 tahun cahaya dari matahari kita, bintang berwarna merah ini memiliki kurang lebih 400-1,570 jari-jari solar, hampir setara dengan radius orbit Jupiter.
WOH G64
WOH G64 adalah sebuah bintang super raksasa, berwarna merah, dan berlokasi di galaksi LMC (Large Magellanic Cloud), yang berjarak kurang lebih 160,000 tahun cahaya dari Bimasakti. Diperkirakan ukurannya mencapai 1,540 kalinya jari-jari matahari.
V354 Cephei

Merupakan bintang yang bervariasi dan tidak beraturan, V354 Cephei adalah sebuah bintang super raksasa berwarna merah dengan ukuran mencapai 1,520 jari-jari solar. Lokasinya hampir 9,000 tahun cahaya dari matahari, yaitu di konstelasi Cepheus dari Bimasakti.
RW Cephei
Satu lagi bintang yang tidak beraturan dan konstelasi Cepheus, RW Cephei memiliki radius antara 1,260-1,610 jari-jari solar. Bintang ini berlokasi pada kejauhan 11,500 tahun cahaya dari Matahari.
KW Sagitarii
KW Sagitarii berada di 10,000 tahun cahaya dari Matahari, dan termasuk dalam bagian konstelasi Sagittarius, dan besarnya hampir 1,460 kali jari-jari matahari. Bintang super raksasa ini memiliki cahaya yang istimewa, terangnya seperti 360,000 matahari.
KY Cygni
Satu lain bintang merah super raksasa. Bintang ini diperkirakan ukurannya mencapai 1,420-2,850 jari-jari matahari. Letaknya sejauh 5,000 tahun cahaya dari matahari kita, yaitu di konstelasi Cygnus.
Mu Cephei
Besarnya 1,420 jari-jari solar, bintang merah raksasa Mu Cephei atau Herchel’s Garnet Star adalah satu dari beberapa jajaran bintang terbesar yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Lokasinya berada pada konstelasi Cephius di Bimasakti.
Betelgeuse
Bintang dengan variabel semiregular ini, selain menjadi salah satu bintang terbesar yang diketahui, juga merupakan bintang yang memiliki cahaya paling terang di konstelasi Orion. Bintang super raksasa berwarna merah ini besarnya sama dengan 950-1000 matahari, dan lokasinya terletak antara 643-146 
tahun cahaya.